Perkuat Jejaring Nasional dan Internasional, Jurusan Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadiri Annual Meeting & Conference ASILHA 2025

Yogyakarta, 11 Agustus 2025 — Jurusan Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dan jejaring akademik nasional dengan berpartisipasi aktif dalam Annual Meeting and Conference Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) 2025 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Forum ini menjadi momentum penting bagi para akademisi Ilmu Hadis untuk merumuskan arah strategis penguatan Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur DIKTIS Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA.,  memberikan dorongan penting agar ASILHA terus menjadi motor penggerak pengembangan SDM dan keilmuan hadis di Indonesia. Beliau juga mengajak para ilmuwan hadis untuk belajar dari jejak tokoh dunia seperti Harald Motzki, pencetus teori Isnad Cum Matan, yang berhasil menjadi trendsetter di masanya. Semangat ini selaras dengan visi Jurusan Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengharmonikan turāth (warisan keilmuan klasik) dengan inovasi teknologi dan metodologi modern.

Forum ini juga menjadi ajang peneguhan arah kepemimpinan asosiasi. Laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya disampaikan oleh Ketua ASILHA Periode 2021-2025, Prof Dr. Mohammad Anton Athoillah, MM., secara transparan dan diterima tanpa sanggahan, dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru. Prof. Dr. Saefuddin Zuhry, MA dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terpilih sebagai Ketua ASILHA periode 2025–2029. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi nasional dalam riset, pengajaran, dan publikasi Ilmu Hadis.

Partisipasi Jurusan Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ini tidak hanya menjadi sarana memperluas jaringan dan berbagi praktik baik antarperguruan tinggi, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjadi bagian dari gerakan nasional penguatan keilmuan hadis. Melalui kolaborasi strategis, inovasi berbasis digital, dan penguatan kompetensi lulusan sesuai standar global, jurusan  bertekad menghadirkan penyelenggaraan pendidikan Ilmu Hadis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat. (ABR)

Scroll to Top