Berita & Informasi

Memperluas Cakrawala Keilmuan, Mahasiswa Ilmu Hadis Berperan dalam Pembelajaran Hadis di Malaysia

Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti KKN dan PPL Internasional di Maahad Al-Iman Lil Ulumil Qur'an Malaysia.

Mahasiswa Ilmu Hadis Ikuti KKN dan PPL Internasional

KEDAH, MALAYSIA — Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti KKN dan PPL Internasional. Mahasiswa Ilmu Hadis melaksanakan kegiatan di Maahad Al-Iman Lil Ulumil Qur'an, Kuala Ketil, Kedah, Malaysia. Kegiatan berlangsung pada 14–26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi sarana mahasiswa untuk memperluas wawasan keilmuan. Selain itu, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama perkuliahan.

Dua mahasiswa Ilmu Hadis mengikuti kegiatan pendidikan di Maahad pada 16–20 Agustus 2026. Keduanya ialah M. Fauzan Arrajabi dan Khofiyatu Rahmah.

Mahasiswa Jalankan Peran dalam Pembelajaran

Kedua mahasiswa mendapatkan penempatan yang berbeda di lingkungan Maahad. M. Fauzan Arrajabi mendampingi kegiatan pendidikan santri putra.

Sementara itu, Khofiyatu Rahmah menjalankan kegiatan pendidikan di lingkungan santri putri. Meskipun berbeda lingkungan, keduanya melaksanakan pembelajaran sesuai tugas dari pihak Maahad.

Selanjutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam lingkungan pendidikan Islam. Mahasiswa juga dapat memahami karakter peserta didik dan pola pembelajaran di Malaysia.

Implementasikan Ilmu Hadis dalam Pembelajaran

Dalam kegiatan PPL, Khofiyatu Rahmah mendapat kesempatan mengajar santri putri dan putra. Ia mengajar beberapa kelas, yaitu kelas 1 hingga 4 Tsanawi Al-Hasanah.

Selain itu, ia mengajar kelas 1 dan 2 Al-Ikhlas. Materi pembelajaran mencakup hadis dari kitab Riyadhus Shalihin dan Arba'in Nawawiyah.

Khofiyatu juga menyampaikan materi tafsir Surah An-Nashr. Pada tahap awal, ia mengikuti pembelajaran dengan pendampingan ustazah untuk memahami sistem dan karakter peserta didik.

Pembelajaran Hadis Berlangsung Interaktif

Selanjutnya, Khofiyatu melanjutkan pembelajaran secara mandiri dengan kitab dari pihak Maahad. Ia menggunakan beberapa metode untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif.

Metode tersebut mencakup membaca teks hadis, pemaknaan, penjelasan kandungan hadis, tanya jawab, dan hafalan. Peserta didik juga menyampaikan kembali kesimpulan dari materi yang mereka pelajari.

Oleh karena itu, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman dan hafalan hadis. Mahasiswa juga mendorong peserta didik untuk mengamalkan nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Dampingi Pembelajaran Al-Qur'an Santri Putra

Sementara itu, M. Fauzan Arrajabi mendampingi pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan santri putra. Ia mengikuti kegiatan halaqoh bersama beberapa ustadz, termasuk Ustadz Saiful dan Ustadz Sarhan.

M. Fauzan membantu menyimak setoran hafalan baru atau saba. Selain itu, ia mendampingi kegiatan sabqi atau murojaah hafalan santri tingkat 1 hingga 5.

Ia juga memberikan koreksi bacaan dan membantu membimbing kelancaran hafalan. Lebih lanjut, M. Fauzan mengikuti kegiatan musabaqoh hafalan Al-Qur'an.

Perluas Pengalaman Melalui Kegiatan Akademik

Musabaqoh tersebut mencakup sambung ayat dan hafalan beberapa surah. Surah yang menjadi materi antara lain Al-Mulk, As-Sajdah, dan Al-Insan.

Selain kegiatan utama, kedua mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan pendukung di lingkungan Maahad. Kegiatan tersebut mencakup pembelajaran bahasa Arab dan olahraga bersama santri.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti nasihat dan pengarahan pimpinan Maahad serta berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut memperkaya pengalaman mahasiswa selama menjalankan program internasional.

Ikuti Kuliah Umum Dosen UniSHAMS

Kedua mahasiswa juga mengikuti kuliah umum dari beberapa dosen Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS). Materi kuliah mencakup pentingnya bahasa Arab dalam memahami Al-Qur'an.

Selain itu, dosen membahas keutamaan Ahli Al-Qur'an dan adab seorang penuntut ilmu. Materi juga mencakup pentingnya membaca dan menulis serta kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Salah satu kuliah umum disampaikan oleh Syekh Shaaban, dosen Ilmu Hadis di UniSHAMS. Ia menyampaikan materi mengenai sikap dan kewajiban seorang penuntut ilmu.

Dorong Budaya Membaca dan Menulis

Syekh Shaaban menekankan pentingnya membiasakan diri membaca dan menulis. Menurutnya, membaca dapat menambah wawasan dan memperluas pengetahuan.

Sementara itu, menulis membantu memperdalam pemahaman dan mengembangkan keilmuan. Ia juga menjelaskan pentingnya memiliki tokoh teladan dalam proses menuntut ilmu.

Syekh Shaaban mencontohkan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sebagai sosok yang memiliki semangat mempelajari dan meriwayatkan hadis. Keteladanan tersebut menggambarkan pentingnya kesungguhan dan ketekunan dalam menuntut ilmu.

Perluas Wawasan Keilmuan Hadis

Bagi mahasiswa Ilmu Hadis, materi tersebut memberikan wawasan dan motivasi baru. Keduanya terdorong meningkatkan budaya membaca, menulis, dan meneladani kesungguhan para sahabat.

Selain itu, kehadiran Syekh Shaaban sebagai dosen Ilmu Hadis UniSHAMS memberikan pengalaman akademik yang berharga. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memperluas perspektif dalam memahami keilmuan hadis.

Mahasiswa juga berinteraksi dengan ustadz, ustazah, dan santri selama kegiatan. Interaksi tersebut memberikan pemahaman mengenai sistem pendidikan dan pembinaan keagamaan di Malaysia.

KKN dan PPL Internasional Berikan Pengalaman Berharga

Selama kegiatan, M. Fauzan Arrajabi dan Khofiyatu Rahmah mendapat bimbingan dari para ustadz dan ustazah Maahad. Dukungan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mengajar dan membimbing.

Kegiatan KKN dan PPL Internasional memberikan pengalaman yang berbeda bagi kedua mahasiswa. Khofiyatu memperoleh pengalaman mengajar hadis dan tafsir, sedangkan M. Fauzan mendampingi pembelajaran serta hafalan Al-Qur'an.

Dengan demikian, perbedaan penempatan memberikan gambaran lebih luas mengenai pendidikan Islam di Maahad. Keduanya tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga belajar memahami karakter peserta didik dan membangun komunikasi.

Mahasiswa Ilmu Hadis Berkontribusi di Lingkungan Internasional

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa Ilmu Hadis tidak terbatas pada kajian akademik. Mahasiswa juga dapat belajar, mengamalkan, dan menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan pendidikan.

Akhirnya, KKN dan PPL Internasional di Maahad Al-Iman Lil Ulumil Qur'an memberikan pengalaman berharga bagi M. Fauzan Arrajabi dan Khofiyatu Rahmah. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan pendidikan, dakwah, dan keilmuan hadis.

Dengan demikian, kegiatan internasional ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala keilmuan. Mahasiswa Ilmu Hadis diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan bermasyarakat dan memberikan kontribusi positif di lingkungan internasional.

Topik Terkait:
##ILHA UINSSC ##FUAUINSSC ##IlmuHadis ##UINSSC ##MahasiswaILHA ##AkademiFUA ##KampusUnggul ##PrestasiAkademik ##PendidikanIslam ##KKN Internasional
Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas