Cirebon, Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan inovasi dakwah berbasis teknologi melalui program “Majelis Gen Z”, sebuah ruang belajar daring yang mengkaji Kitab Arbain Nawawi dengan gaya ringan namun tetap bernas dan mendalam. Program ini menjadi upaya nyata dalam memperkuat literasi keislaman generasi muda di tengah derasnya arus konten digital yang serba cepat dan beragam.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin mulai 1 Agustus – 31 Oktober 2025, setiap hari Rabu dan Jumat pukul 16.00 WIB melalui platform Google Meet sebagai forum utama diskusi, serta diperluas jangkauannya melalui konten edukatif di akun Instagram resmi @majelisgen_z. Dua medium ini dipilih karena dekat dengan karakter anak muda masa kini, visual, interaktif, dan mudah diakses.

Ketua Tim KKN Digital Kajian Kitab Klasik Keislaman, Fauzan, menjelaskan bahwa “Majelis Gen Z” lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali minat belajar agama dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual.
“Kami ingin menumbuhkan kembali semangat menuntut ilmu, tetapi dengan cara yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda. Belajar agama tidak harus kaku, tapi bisa dikemas menarik tanpa kehilangan nilai,” ujarnya.
Pemilihan Arbain Nawawi sebagai bahan kajian bukan tanpa alasan. Kitab ini berisi 40 hadis inti yang merangkum pokok ajaran Islam, menjadikannya ideal untuk penguatan pemahaman dasar keislaman. Setiap pertemuan membahas dua hadis beserta konteks dan maknanya, disajikan dengan gaya dialogis dan terbuka.
Salah satu peserta, Diran Agustino, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini.
“Selama ini saya hanya melihat potongan hadis di media sosial tanpa tahu konteksnya. Lewat Majelis Gen Z, saya jadi paham makna utuh dan hikmahnya. Cara penyampaiannya juga ringan, cocok untuk anak muda,” ungkapnya.
Selain forum diskusi daring, tim mahasiswa juga mengembangkan konten dakwah digital berupa infografik, kutipan hadis, dan refleksi singkat di Instagram. Seluruh konten dirancang edukatif dan menarik secara visual agar mudah dibagikan ulang oleh para pengguna muda.
“Kami ingin nilai-nilai dalam Arbain Nawawi terus bergema di ruang digital, karena di sanalah anak muda paling aktif hari ini,” jelas M. Said, salah satu anggota tim kreatif Majelis Gen Z.
Program ini menegaskan bahwa teknologi dan spiritualitas dapat berjalan beriringan. Melalui layar, mikrofon, dan kreativitas konten, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil menjembatani tradisi keilmuan Islam klasik dengan dunia digital modern.

Dengan berakhirnya masa pelaksanaan KKN Digital tahun ini, tim berharap Majelis Gen Z dapat terus berkembang sebagai gerakan dakwah digital yang positif dan berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dalam menghadirkan wajah baru dakwah Islam yang inklusif, kreatif, dan adaptif.